Showing posts with label Tips Menghadapi Anak. Show all posts
Showing posts with label Tips Menghadapi Anak. Show all posts

Tips Menghadapi Anak Yang Berbohong

0
DOKTERCHILD - Bagaimana sikap orang tua disaat mengetahui sang buah hati mulai berbohong? Ada beberapa alasan mengapa kata-kata bohong keluar dari mulut anak anda. Beberapa alasan anak berbohong Pertama kerena ketakutan biasanya buah hati takut terhadap konsekuensi yang akan dihadapi, tepatnya takut menghadapi hukuman sehingga memilih berbohong untuk menutupi tindakannya. Hal ini terjadi, umumnya karena anda dan pasangan bersikap tagas dan galak dalam menerapkan peraturan di rumah sehingga si kecil pun jadi takut mengatakan hal yang sebenarnya.

Tips Menghadapi Anak Yang Berbohong
Tips Menghadapi Anak Yang Berbohong

Alasan kedua ialah untuk melindungi anak lain. terlebih anak remaja, umumnya mereka punya loyalitas dan nilai kekeluargaan yang tinggi dengan gank alias temen bermainnya. Kode etik yang ada adalah membela gank dalam keadaan apa pun, untuk membuktikan persahabatan yang erat, hal ini bisa berubah mengkwatirkan bila mereka justru tidak menyadari bahwa yang mereka bela merupakan kesalahan.

Alasan ketiga hanya untuk sekedar membumbui cerita agar lebih menarik perhatian orangtua dan orang lain. Disadari atau tidak, anak-anak usia batita hingga sekolah dasar, masih suka memasukkan imajinasi mereka dalam menuturkan sebuah peristiwa, sehingga hasilnya boleh dibilang adalah cerita sarat kebohongan.

Kemudian alas an lain berbohong karena respon otomatis, contohya anda bertanya,”siapa yang mecahkan vas bunga?sontak anda anda menjawab “bukan aku, bu”. Kemudian ada pula berbohong untuk menghindari sesuatu .misalnya,saat ditanya apakah sudah mengerjakan tugas rumah, si anak akan menjawab sudah, hanya untuk mencari aman.

Yang terakhir adalah karena rasa sayang,kerap kali anak-anak berbohong hanya untuk menyenangkan hati orangtuanya tindakan ini dilakukan karena didasari rasa sayang yang tulus sehingga takut sampai mengecewakan orangtuanya.

Yang Harus di Lakukan Adalah Berusaha mengurangi Banyak literature psikologis menginformasikan bahwa solusi yang baik dalam berkomunikasi dengan anak adalah dengan mengajaknya berkomunikasi. Jika anda merasa anak takut dan cemas karena kesalahan yang dilakukan, janganlah langsung memarahi dan beraksi berlebihan,tariklah napas panjang dan cobalah untuk berfikir logis.

Sebaiknya tindakan pertama adalah menegurnya, lalu ajakalah berbincang-bincang dengan topik pembicaraan yang berfokus pada cara memperbaiki kesalahan yang terjadi, mintalah pendapat anak untuk mendukung pecarian solusi dan beri tahu konsekuensi yang terjadi bila dia terus berbohong.

Tidakan yang lain janganlah anda terus menerus menyindir kesalahan atau perbuatan buruk yang telah dilakukannya. Hal ini semakin berdampak buruk sehingga akan memancing anak berbuat bohong lagi .

Langkah selanjutnya berhentilah menakuti-nakuti si kecil, bila anda menyadari dia sedang berbohong jangan menakut-nakutinya dengan beragam ancaman, cara ini akan membuat anak tertekan dan semakin menutupi kebohongannya.

Sebaiknya,berikan penyataan bahwa anda senang bila anak mau jujur dan bercerita langsung apa adanya kepada anda. Niscaya si buah hati akan lebih mempercayai anda sebagai teman bercerita.
Be Sociable, Share!

Tips Menghadapi Pertanyaan Anak

0
“Ma ini apa?”, “Itu apa?”, “Kenapa begini?, “Kenapa begitu?” Ada saja yang ia tanyakan pada kita. Hal ini sangat wajar dan normal bagi anak-anak yang masih balita. Oleh karena itu orangtua tidak perlu khawatir dan risih dengan pertanyaan anak yang sering mereka tanyakan.

Ketika anak sudah dapat bicara, maka biasanya ia akan banyak bertanya, mulai dari hal-hal yang sederhana seperti nama-nama benda. Seiring dengan perkembangan usia, pertanyaannya semakin kritis, yang mungkin membuat kita kewalahan dalam menjawab pertanyaan anak. 

Tips Menghadapi Pertanyaan Anak
Tips Menghadapi Pertanyaan Anak

Lewat pertanyaan ia berusaha mengenal lingkungan sekitarnya, menambah perbendaharaan kosakata dan pengetahuan yang ia rekam pada otak yang sedang tumbuh pesat. Jadi, kalau bukan dari kita, kepada siap lagi anak harus minta bantuan?  Sebagai orangtua kita wajib membantunya, bukan malah memarahi atau mengatainya sebagai anak yang cerewet.  Semua hal tersebut merupakan proses atau tahap tumbuh kembang anak.

Jangan Marah atau Menganggapnya Cerewet

Jika kita memarahinya maka respons itu akan memadamkan rasa ingin tahu dan sikap kritisnya. Akhirnya anak akan takut bertanya. Tentunya kita tidak menginginkan anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang pasif dan kurang sensitif dengan apa yang ada di sekitarnya atau menjadi anak pendiam yang malu bertanya karena takut dianggap salah. Ia akan mempersepsikan terlalu banyak tanya sebagai perilaku yang tidak pantas.

Menjalin Kedekatan Dengan Anak

Kadang anak mengajukan pertanyaan yang sama tentang sesuatu secara berulang-ulang meskipun kita sudah menjawabnya. Hal ini bisa terjadi karena mereka sedang ingin diperhatikan oleh kita sebagai orangtua. Kita harus peka dan memberikan perhatian padanya. Ladeni saja pertanyaannya karena lewat pertanyaan ini akan terjalin kedekatan yang lebih baik.

Menjawab Pertanyaan Anak

Jawaban yang kita berikan haruslah sesuai dengan pertanyaannya, sederhana, sesuai dengan usianya agar tidak menambah bingung. Misalnya ketika kita ditanya “Adik dulu asalnya dari mana?” Jawabnya saja “adik dulu asalnya dari perut mama”. Jadi kita tidak perlu repot menerangkan proses reproduksi manusia yang malah akan membuatnya bingung.

Mungkin kita menjadi bingung ketika pertanyaan anak semakin kritis dan kita tidak tahu harus bagaimana menjawabnya. Ketika kita tidak tahu jawaban dari pertanyaan anak, maka ada baiknya kita menunda jawaban. Misalkan “wah mamah tidak tahu nih, gimana kalau kita cari di buku saja atau nanti mama tanyakan pada teman mama yang tahu”. Hal ini akan membuatnya berpikir bahwa informasi itu bisa dicari lewat apa saja, termasuk membaca buku sehingga semangatnya untuk belajar bertambah.

Tidak semua pertanyaan harus kita ketahui jawabannya. Jadi jika memang anak melontarkan pertanyaan yang tidak bisa kita jawab, maka jawab saja jika memang kita tidak tahu jawabannya. Ia akan tahu bahwa “tidak tahu tentang sesuatu” itu wajar, dan kita tidak harus tahu tentang semua hal.

Anak Pendiam

Lalu bagaimanakah jika anak yang kurang suka bertanya? Tidak normalkah? Mengapa ada tipe anak yang lebih pendiam? Ketika anak pendiam, orangtua menjadi tidak tahu apa yang dipikirkannya, sehingga sulit untuk mengarahkannya. Untuk itu kita harus memancingnya agar anak mau bertanya pada kita agar kita dapat mengarahkannya. Kita bisa memancingnya dengan memberinya berbagai pertanyaan.

(Sumber : Cara Super Mendidik Anak Balita)